ManOfWheels.com – Hasil penjualan mobil sepanjang tahun ini memang tidak begitu bagus, terlebih pada bulan lalu, dimana hasilnya hanya mencapai 74 ribu unit saja. Memang kondisi tersebut sudah tidak bisa ditolong lagi dengan tahun 2024 yang akan segera berakhir. Mungkin produsen akan cukup kesulitan untuk meningkatkan penjualan mobil di bulan ini. Apalagi di tahun depan, dimana nantinya akan ada kenaikan pajak untuk mobil mewah hingga 12 persen.
Penjualan Mobil Bulan November 2024 Masih Menurun
Gaikindo mencatat ada penurunan hingga 3,7 persen dari hasil penjualan yang didapat pada November lalu, dari 77.226 unit di bulan Oktober turun menjadi 74.347 unit. Itu secara wholesales, sedangkan untuk penjualan retail-nya justru mengalami kenaikan dari 73.475 unit menjadi 76.053 unit, atau naik 3,5 persen. Tetap saja, ini masih belum membantu penjualannya secara keseluruhan.
Sebab jika ditotal dari bulan Januari hingga November, baru ada 784.788 unit mobil yang terjual secara wholesales, dan hasil ini menurun drastis hingga 14,7 persen dari tahun sebelumnya di periode yang sama. Untuk retailnya juga menurun 11,2 persen, dengan hasil mencapai 806.721 unit. Hasil tersebut memang cukup sedikit dari yang diperkirakan, dan dikhawatirkan target penjualan mobil tahun ini tidak akan tercapai meski sudah direvisi.

Kondisi Belum Kondusif
Seperti yang diketahui, target penjualan tahun ini hanya mencapai 850 ribu unit, menurun dari target awal yang mencapai 1,1 juta unit. Dengan penjualan retail yang baru mencapai 800 ribu unit, mungkin targetnya masih bisa dicapai, tapi entah bagaimana dengan penjualan wholesales-nya. Sebab hasilnya tidak begitu bagus dari yang diharapkan sejak awal.
Sejauh ini, kondisi pasar mobil di Indonesia tidak begitu bagus, bahkan dengan kehadiran banyaknya merek baru disini masih belum cukup untuk membantu penjualannya.
