ManOfWheels.com – Di awal musim MotoGP 2025, pabrikan-pabrikan Jepang tengah menjadi sorotan, seperti Honda ini salah satunya yang tampil makin kompetitif dibanding musim lalu. Tapi mereka masih ada sejumlah masalah besar di bagian mesin, terutama soal top speednya masih belum memadai seperti para pesaingnya.
Pabrikan berlogo sayap ini di musim sekarang berhasil berada di posisi kedua pada klasemen selama 3 seri MotoGP pertama. Meski begitu, menurut Joan Mir sendiri kalau RC213V 2025 kenyataannya saat ini masih kesulitan melawan pabrikan lain saat melaju di lurusan. Tapi dari segi mesin, sasis sampai aerodinamikanya kini makin solid dibanding sebelumnya.
Masalah Utama Honda RC213V di Top Speed, Namun Elektronik Jadi Andalan

Honda kini masih punya celah yang terlalu besar pada bagian performanya jika dibandingkan Ducati, dan dengan KTM atau Aprilia. Para pembalapnya sendiri juga menyadari soal kemajuan Honda, apalagi soal elektroniknya, meski top speed masih jadi halangan terbesar.
Bahkan karena hal tersebut membuat Joan Mir sampai kesal pada balapan Sprint di Austin, meski catatan waktunya lebih cepat dari Pedro Acosta tapi saat lurusan bisa dengan mudah disalip. Itu memaksa Mir untuk mengambil risiko lebih besar dengan pengeremannya, tapi itu justru bikin dia jatuh 2 kali. Tapi kata dia itu bukan satu-satunya masalah meski memang itu sangat penting. Dengan motor Honda itu para pembalapnya sulit mempertahankan posisinya dan mudah disalip.
Luca Marini pun menyebutkan soal solusi untuk Honda itu bukan cuma dengan meningkatkan tenaga mesin saja, tapi keseluruhan bagian juga perlu diperhatikan. Seperti aerodinamika, sampai ride height adsjuster alias pengatur ketinggian motornya juga harus dikembangkan. Marini juga mengatakan soal elektronik Honda sekarang jadi yang terbaik dan memuji para insinyur elektronik.
Sistem engine brake juga dikata Joan Mir lebih baik dari motor Suzuki yang sebelumnya pernah ia tunggangi, meski di bagian kontrol traksinya harus ada perbaikan. Tapi kebalikannya dengan Marini, Mir sendiri belum bisa mengatakan Honda itu jadi yang terbaik dalam elektroniknya.
Dengan finish di posisi ke-4 saat balapan Sprint dan posisi ke-6 pada balapan utama GP Argentina, Johann Zarzo yang membela tim LCR itu juga merasakan peningkatan yang signifikan pada Honda. Meski dari segi mesin belum dia rasakan secara langsung, terlihat Honda kini makin konsisten dan jarang spin.
Para pembalap Honda sangat menantikan saat tes resmi setelah MotoGP Spanyol di Jerez nanti digelar, mereka menunggu akankan ada pembaruan yang signifikan untuk motor tunggangannya….
