BYD, Chery, dan Geely Masih Nekat Kasih Diskon 10-15 Persen?

ManOfWheels.com – Perang harga mobil di China ternyata terus berlanjut hingga sekarang meski dengan upaya pemerintah setempat untuk mencegahnya dengan memberikan peringatan bagi produsen. Tapi masih saja ada yang ngeyel, seperti ketiga merek ini, dimana mereka tetap memberikan potongan harga hingga 10 persen untuk mobilnya.

Diskon Mobil Masih Tetap Diberikan Meski Ada Peringatan

BYD sudah punya segalanya, dari jaringan penjualan yang sangat luas baik di China dan pasar global, maupun lini produk yang sangat beragam. Tapi sepertinya ini masih belum cukup kalau mereka punya banyak rival di kampung halamannya, terlebih Chery dan Geely juga ikut melakukan ekspansi produknya secara besar-besaran baik di dalam maupun luar negeri. Belum lagi banyak kompetitor yang menjual berbagai macam mobil BEV yang ditawarkan di pasarnya, membuatnya dominasinya terancam oleh kompetitor tersebut.

BYD M6 Arista
BYD M6 Arista

Sehingga mereka memberikan potongan harga 10 persen untuk mobil yang dijualnya di Negeri Tirai Bambu, termasuk mobil listriknya. Tentu apa yang dilakukannya ini bisa dikatakan cukup nekat, karena pemerintah China sudah memperingatkan produsen otomotif untuk tidak menjual mobilnya dengan harga murah, karena dampaknya bisa sangat serius. Dimana perang harga ini membuat merek lainnya tidak bisa bersaing dan satu persatu mulai berguguran.

Belum lagi dengan dampak lanjutannya, dengan tingginya pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap karyawannya yang akan memberikan dampak lebih buruk lagi. Tentu pemerintah tidak ingin itu terjadi, namun tidak ada intervensi secara langsung untuk mencegah produsen menjual mobilnya dengan harga lebih murah. Sehingga merek seperti BYD masih bisa memberikan diskon untuk mobil yang dijualnya disana.

BYD M6 Arista
BYD M6 Arista

Kelebihan Unit Sudah Dieskpor

Sebenarnya tidak hanya BYD yang memberikan diskon untuk mobilnya, karena masih ada Chery dan Geely yang mematok diskon 15 persen untuk mobil yang dijualnya. Tentu ini membuat harganya lebih murah, tapi itu mungkin tidak cukup untuk meningkatkan penjualannya yang mengalami penurunan belakangan ini. Mungkin ada yang mengira penurunan ini akibat konsumen tidak tertarik dengan mobil listrik setelah insentifnya ditiadakan, tapi sebenarnya ada faktor lainnya di balik ini.

Penurunan penjualan mobil di China terjadi akibat kapasitas produksi mobil yang terlalu besar, sebagai contoh, hasil penjualan tahun lalu mencapai 23 juta unit, tapi kapasitas produksinya mencapai 55,5 juta unit per tahun. Ini sudah terlalu banyak untuk dijual di pasar dalam negeri, sehingga produsen harus mengekspornya kalau mereka punya jaringan penjualan di luar negeri. Tentu ini yang menjadi penyebab mengapa ekspor mobilnya meningkat dua kalu lipat dari tahun 2025.

Chery E5 C5 EV JPNN com
Chery E5 C5 EV JPNN com

Namun produsen masih harus menghadapi tantangan lainnya seperti ketatnya regulasi di negara tujuan, karena tidak semua mobilnya bisa memenuhi regulasi yang berlaku. Jelas ini akan sangat merepotkan bagi merek seperti BYD kalau mereka menyesuaikan produknya terlebih dahulu. Belum lagi mereka harus membayar bagi pemasok unit mobilnya, dan ini bisa cukup merepotkan bagi merek-merek tersebut.

Walau demikian, nampaknya ini tidak akan cukup untuk menghentikan perang harga yang terjadi di China, dan ini akan terus berlangsung kalau produsen masih nekat mematok diskon. Dampaknya akan cukup serius bagi beberapa produsen yang tidak bisa bersaing di pasarnya, dan tidak sedikit diantaranya mengalami kesulitan keuangan, seperti yang terjadi pada Neta. Akibatnya, penjualan mobil baik di dalam maupun luar negeri terganggu, sampai-sampai mereka tidak bisa menghadirkan mobil baru lainnya ketika melakukan restrukturisasi.

Chery E5
Chery E5

Sementara itu, BYD, Chery, dan Geely sudah hadir di Indonesia dengan menghadirkan beberapa model unggulannya, dan sama-sama menjual mobil listrik. Terlebih Chery yang mulai membawa banyak sub-brand miliknya untuk bersaing di pasarnya, dan ini akan cukup merepotkan kompetitor di pasarnya. Belum lagi dua merek lainnya dari China yang sudah punya reputasi cukup bagus sejak pertama kali hadir disini.

Sejauh ini, perang harga mobil di Indonesia tidak terlalu seberapa parahnya kalau dibandingkan dengan negara lainnya, setidaknya untuk sekarang. Namun makin banyak merek yang berdatangan ke sini untuk menjual mobil ramah lingkungannya. Kebanyakan diantaranya berupa mobil SUV dengan fitur lengkap dan kualitas tinggi tapi dengan harga terjangkau.

Tinggalkan komentar