Aprilia Tidak Boleh Bikin Kesalahan Kalau Mau Kembali Berjaya di MotoGP?

ManOfWheels.com – Dengan bergabungnya sang juara dunia MotoGP 2024 yaitu Jorge Martin ke tim pabrikan Aprilia di musim depan, Paolo Bonora sebagai manajer tim akan dapat tugas yang berat dan harus merencanakan semuanya dengan matang untuk bisa melampaui tantangan itu.

Benar… kini Aprilia telah kehilangan ‘pemerannya’ yang sudah terlibat dalam pengembangan RS-GP, yakni sebelumnya itu Aleix Espargaro yang mengumumkan untuk pensiun dari Kejuaraan Dunia ini, lalu selanjutnya Maverick Vinales pindah ke tim KTM Tech3. Selama 2 tahun terakhir, tim ini meski bisa menang balapan, tapi tetap saja kalah dari KTM maupun Ducati.

Aprilia Tidak Boleh Bikin Kesalahan Kalau Mau Kembali Berjaya di MotoGP?

Aprilia Tidak Boleh Bikin Kesalahan Kalau Mau Kembali Berjaya di MotoGP?
Jorge Martin ke Aprilia

Tapi tak cuma 2 pembalap utamanya saja, melainkan Antonio Jimenez dan Manuel Cazeaux yang selaku kepala kru dan mereka adalah tokoh penting spesialis dari RS-GP juga ikut hengkang. Berlanjut selaku Direktur Teknis, Romano Albesiano sebagai orang penting atas keperhasilan Aprilia di MotoGP itu pindah ke Honda.

Meski Aprilia nanti punya 2 pembalap top karena telah merekrut Jorge Martin sebagai juara dunia dan Marco Bezzecchi, Paolo Bonora sangat mengerti kalau mereka harus tetap kerja keras dan disiplin sebagai kunci utama kesuksesan terhadap potensi mereka yang besar. Tapi memang untuk Bezzecchi sendiri tidak begitu apik performanya di musim 2024 ini, tapi Aprilia tetap optimis pada pembalap asal Italia itu.

Aprilia juga sudah menggandeng mantan tangan kanan dari Gigi Dall’Igna selama 17 tahun di Ducati dan di KTM udah 3 tahun, yakni Fabiano Sterlacchini yang mana Ia belum pernah menyentuh motor prototipe RS-GP sama sekali.

Jadi kalau menurut Bonora, Aprilia harus menekankan kalau peningkatan teknis adalah tujuan utamanya, apalagi harus mengatasi kelemahan besar dari RS-GP di segi pengereman yang buruk pada sirkuit dengan tikungan tajam. Ia pun juga mengatakan kalau komunikasi dan keputusan tim saat sesi kualifikasi masih jadi masalah, bahkan bikin para pembalapnya pada jengkel.

Tinggalkan komentar