ManOfWheels.com – Nissan dan Honda sebelumnya telah mengumumkan bakal melakukan merger, dan ini menjadi sesuatu yang menarik untuk dinanti. Sebab kedua produsen otomotif tersebut akan bekerja sama untuk lebih fokus dalam menghadirkan mobil ramah lingkungan. Mitsubishi awalnya juga bakal ikut bergabung dengan aliansi Nissan dan Honda tersebut. Namun Mitsubishi batal ikut-ikutan dengan keduanya, itupun rencana merger secara keseluruhan juga ikut batal beberapa saat setelahnya.
Nissan dan Honda Batal Lakukan Merger
Kerja sama yang dilakukan Nissan dan Honda ini bertujuan untuk memperluas lini produk ramah lingkungannya, serta menahan gempuran kompetitor dari negara lain. Jelas mereka mulai tertinggal dari rivalnya dalam menghadirkan mobil hybrid sampai listrik, belum lagi kompetitornya dapat menghadirkan mobil dengan harga terjangkau. Tapi sepertinya itu tidak akan terjadi setelah kedua produsen tersebut membatalkannya.
Ini dilakukan karena adanya perbedaan visi yang dimiliki oleh masing-masing merek. Nissan tidak ingin menjadi bagian dari perusahaan Honda atau dalam arti lain menjadi anak perusahaannya, sementara Honda tak ingin melakukannya untuk mempersulit keadaan aliansi Nissan-Renault. Sebab aliansi ini sempat mengalami masalah cukup panjang akibat kasus yang menimpa mantan CEO Nissan, Carlos Ghosn, di tahun 2018 lalu.

Takkan Lakukan Merger
Sebelumnya Mitsubishi juga membatalkan melakukan merger dengan kedua merek tersebut, mungkin dengan alasan yang serupa seperti Nissan. Dengan pembatalan tersebut, Nissan harus menghadapi masalah finansial yang cukup besar sendirian tanpa adanya bantuan eksternal. Jelas ini mempersulitnya dalam menjual mobil di pasar global, terlebih dengan persaingan yang berjalan semakin ketat belakangan ini.
Nissan sebenarnya hanya ini melakukan kerja sama biasa saja, bukan merger seperti yang Honda inginkan. Tapi apa boleh buat, Honda juga tidak ingin melakukannya untuk memperburuk kondisi di aliansi Nissan sebelumnya.
