ManOfWheels.com – Menjadi Panigale V4 paling rata kanan buat saat ini, yakni Ducati Superleggera V4 Centenario yang mengejutkan publik dengan peluncurannya. Model ini memang merupakan versi yang paling lengkap, ringan, spek hampir mendekati motor balap tapi masih legal dipakai di jalan raya, dikombinasi komponen premium.
Secara mesinnya mengandalkan jantung Desmosedici Stradale R 1100 (4-silinder) V4 kapasitas 1.103cc dengan katup Desmodromic yang disetel tangan dan ada emblem tanda tangan penyetelnya. Diklaim mampu menghasilkan power maksimal 228 hp jika masih standar, tapi kalau dipakaikan set knalpot racing tenaganya bisa naik sampai 247 hp.
Motor Balap Tapi Legal di Jalan Raya! Ducati Superleggera V4 Centenario Jadi Panigale V4 Paling Rata Kanan!

Secara angka-angka keluaran tenaga maupun torsinya itu hampir menyamai dengan level motor balap di WSBK yang memang benar-benar fokusnya pada performa. Buat desainnya memang hampir tidak ada bedanya dengan basisnya (Panigale V4), cuma punya perbedaan pada bagian winglet depan yang lebih agresif, bodi bagian bawah itu lebih lebar untuk menangkap angin dan meningkatkan aerodinamika.
Bobotnya tanpa cairan itu di 173 kilogram, tapi kalau udah pakai Race Kit dengan tenaga yang lebih berasa karena lebih enteng 167 kilogram. Terlihat untuk swingarm belakangnya baru total yang beda jauh yang menjadi lebih padat dan kokoh dibanding dengan yang standar.

Pada varian Superleggera kali ini punya banyak sekali bagian yang memakai bahan serat karbon atau carbon fiber bikin tampilannya jadi lebih mahal dan juga sporty. Itu mulai dari full bodinya, rangka, swingarm belakang, velg, ujung knalpot, cover-cover lainnya, ada jalur angin buat pendingin rem depan dan bahkan bagian shock depannya juga dari karbon.
Ngomongin shock, model ini memakai suspensi depan Ohlins NPX lalu buat belakang pakai Monoshock TTX36, sambungan-sambungannya dari titanium. Pada bagian elektroniknya ada penyempurnaan pada sistem Evo ride, ECBS, dan banyak lagi biar motornya bisa langsung siap ketika ingin diajak masuk ke trek atau lintasan.
Cuma yang mimin salfok adalah bagian pengereman depannya yang begitu indah dan mahal kesannya, yakni dengan cakram ganda carbon ceramic 340 mm yang lebih gede dari standarnya, dikombinasi kaliper monoblok Brembo GP4-HY. Katanya sih… part-part tersebut itu sudah senilai sampai 20.000 Euro atau sekitar Rp 400.7 jutaan

Ducati Superleggera V4 Centenario ini sangat eksklusif karena diproduksi cuma sebanyak 500 unit secara global, membuat yang punya motor tersebut berasa sangat spesial. Kalau bertanya tentang harganya bakal dijual mulai dari 150.000 Euro atau sekitar Rp 3 miliar.
Tapi ada juga model Tricolore yang livery warna khas bendera Italia-nya dilukis dengan tangan, cuma dipasarkan sampai 100 unit saja di seluruh dunia. Sementara buat harganya jauh lebih mahal dari Centenario, yakni sampai 200.000 Euro yang setara Rp 4 miliar. Ternyata untuk meminang motor ini bukan cuma harus punya banyak duit, tapi katanya Ducati itu bakal memilih pembelinya sendiri secara khusus.
| Aspek | Ducati Superleggera V4 Centenario |
|---|---|
| Mesin | V4, 1.103cc, Desmosedici Stradale R, Desmodromic, pendingin cairan |
| Tenaga | 228 hp (standar), 247 hp (dengan knalpot racing) |
| Transmisi | Manual 6-percepatan |
| Bobot | 173 kg (kering), 167 kg (dengan Race Kit) |
| Rangka | Carbon fiber frame |
| Swingarm | Carbon fiber, desain baru lebih rigid |
| Suspensi Depan | Ohlins NPX (komponen karbon) |
| Suspensi Belakang | Ohlins TTX36 monoshock |
| Rem | Cakram ganda carbon ceramic 340 mm, kaliper Brembo GP4-HY |
| Material | Carbon fiber (bodi, rangka, velg, swingarm, komponen lain), titanium |
| Aerodinamika | Winglet agresif, fairing lebar, duct pendingin rem |
| Elektronik | Evo ride system, ECBS, sistem balap canggih |
| Produksi | 500 unit (Centenario), 100 unit (Tricolore) |
| Harga | 150.000 Euro (sekitar Rp 3 miliar) 200.000 Euro (sekitar Rp 4 miliar) untuk Tricolore |

Satu pemikiran pada “Motor Balap Tapi Legal di Jalan Raya! Ducati Superleggera V4 Centenario Jadi Panigale V4 Paling Rata Kanan!”