ManofWheels.com – Denza resmi menghadirkan penyegaran terbarunya untuk D9 di China setelah melalui sejumlah teaser. Model ini mendapat banyak ubahan yang membuatnya tampil beda dari sebelumnya, dan ini membuatnya cukup menarik kalau dijual di Indonesia.
D9 PHEV dan BEV Mendapat Penyegaran Tahun 2026
Meskipun Denza D9 dihadirkan sebagai mobil MPV, mobil yang satu ini sudah diterima dengan baik di pasarnya dengan hasil penjualan yang cukup bagus, baik di kampung halamannya maupun di luar negeri seperti Indonesia. Meski baru hadir sejak tahun 2024, D9 mampu mencetak hasil penjualan yang begitu memuaskan, hingga mencetak rekor baru di pasarnya. Bahkan ini cukup untuk mengungguli rival beratnya, Toyota Alphard, yang sudah lama menguasai segmennya.

Tapi jelas untuk mobil seperti Denza D9 masih membutuhkan penyegaran agar tetap tampil segar di segmen MPV mewah. Sehingga Denza menghadirkan penyegaran untuk mobil MPV-nya ini, dengan tampilan yang terlihat masih sama dengan model lamanya, dimana versi PHEV-nya punya grille seperti Alphard, sedangkan versi BEV dengan desain grille khusus. Meski ada facelift untuk D9 sebelumnya, ubahannya paling jelas terlihat pada varian PHEV-nya saja.
D9 PHEV mengandalkan mesin bensin 1.500 cc turbocharged dengan motor listrik depan berdaya 200 kW dan belakang 45 kW, yang mampu menghasilkan akselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 7,3 detik. Kini modelnya mendapat Blade Battery generasi kedua yang bisa diisi dayanya dalam waktu kurang dari 10 menit, dan pengisian dayanya masih lumayan cepat meski dalam kondisi udara dingin sekalipun. Untuk jarak tempuhnya, total 1.521 km bisa ditempuh dengan mesin bensin dan baterai listrik, dengan 401 km untuk tenaga listrik murni.

Untuk versi BEV-nya kini mendapat motor listrik berdaya 340 kW, dan varian all-wheel drive (AWD) mendapat tambahan motor listrik belakang berdaya 70 kW. Jarak tempuhnya mencapai 750 km sampai 800 km, tergantung dari variannya, dan ini sudah lumayan jauh untuk mobil MPV berukuran bongsor seperti D9. Memang jarak tempuhnya masih kalah jauh dari versi PHEV, tapi untuk mobil listrik, jarak tempuh ini sudah cukup jauh dan dapat ditempuh dalam sekali isi daya.
Nampaknya versi BEV D9 juga tetap mendapat Blade Battery terbaru, dan memang BYD sudah mulai menerapkannya pada sejumlah mobilnya setelah Song Ultra EV. Dengan teknologi ultra-fast charging yang diberikan pada baterai Blade ini, pengisian daya dapat dilakukan lebih cepat dari sebelumnya. Bahkan pemilik tidak perlu menunggu berjam-jam hingga baterainya terisi, apalagi kalau mobil digunakan sebagai kendaraan harian dan ingin segera memakainya.

Fitur Tambahan
Ubahan lainnya yaitu interior-nya yang dilengkapi dengan 10 layar independen, termasuk headunit 15,6 inci serta sejumlah layar infotainment untuk baris kedua. Selain itu tidak ada ubahan lainnya yang diberikan untuk D9, dengan fitur lainnya masih dipertahankan dan tidak diutak-atik meski disebut sebagai ‘model generasi kedua’. Kecuali ubahan seperti suspensi DiSus-C terbaru untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi penggunanya di jalan.
Fitur otonom God’s Eye 5.0 kini sudah diberikan untuk D9 terbaru, dengan tiga sensor LiDAR untuk memaksimalkan fiturnya di jalan agar dapat memberikan keselamatan lebih baik bagi penggunanya. Melihat fitur ini, sepertinya fitur tersebut tidak akan diterapkan untuk modelnya yang dijual di pasar global. Jelas karena BYD harus melakukan banyak penyesuaian pada fiturnya, karena tidak semua negara punya kondisi jalan yang sama dengan di China.

Untuk harga, Denza D9 terbaru ini dibanderol Rp 911 juta sampai Rp 1,1 miliar untuk versi PHEV, sedangkan versi BEV-nya dijual dengan harga Rp 936 juta sampai Rp 1,19 miliar. Kalau dilihat, harganya ini lebih mahal dari D9 yang dijual di Indonesia, meski ada yang masih dijual dengan harga lebih terjangkau lagi. Namun D9 yang ada di China ini sudah mendapat fitur canggih seperti God’s Eye hingga penggerak semua roda, sementara D9 di Indonesia hanya mendapat penggerak roda depan alias FWD.
Ada kemungkinan D9 bakal mendapat varian PHEV disini, tapi sampai sekarang belum juga terwujud. Malah B5 yang berpotensi menjadi mobil PHEV pertamanya, itupun kalau modelnya sudah dirilis.
