ManOfWheels.com – Kehadiran Eksion dari Wuling membuat pasar SUV di Indonesia semakin ramai dengan banyaknya model baru yang dirilis. Terutama salah satu produk dari Jaecoo harus berhadapan langsung dengan model ini yang menjadikannya sebagai lawan tersulit untuk dihadapi bagi Eksion EV.
Mobil Baru Wuling Menghadapi BEV Terlaris di Indonesia
Meski Jaecoo J5 EV masih tergolong baru di Indonesia, model SUV listrik ini sukses menarik perhatian banyak orang yang penasaran dengan modelnya. Sebab model ini dijual sebagai SUV berukuran cukup bongsor, tapi harganya yang terjangkau menjadikannya sebagai salah satu BEV paling diincar oleh konsumen. Tidak heran mengapa modelnya menjadi mobil BEV terlaris sepanjang kuartal pertama tahun ini, bahkan bisa menjadi salah satu model terlaris di pasarnya tahun lalu meski diluncurkan sejak November lalu.

Dengan ketatnya persaingan di pasar SUV listrik, tentu Jaecoo J5 harus menghadapi banyak rival di pasarnya, tak terkecuali merek senegaranya yang menjual model serupa. Wuling menjadi salah satu diantaranya yang menjual mobil jenis ini melalui Eksion EV, yang baru saja memulai penjualannya sejak akhir April lalu dan disambut baik di pasarnya. Tentu ini bisa menjadi ancaman bagi J5 EV, mengingat posisinya yang sudah dipegangnya selama tiga bulan pertama tahun ini menjadi sesuatu yang harus dipertahankan dari rival sekelasnya.
Meski terlihat sebagai SUV berukuran bongsor, nyatanya J5 EV berukuran lebih kompak ketimbang Eksion EV, dan ini akan berdampak pada kelegaan kabinnya. Tapi mobil seperti J5 EV cukup bagus bagi mereka yang ingin melalui jalanan padat di daerah perkotaan, terlebih dengan ruang parkir yang lumayan sempit untuk mobil SUV. Walau ukurannya yang lebih kecil ini hanya bisa memuat lima penumpang di dalamnya, sedangkan Eksion bisa sampai 7 penumpang, dan ini memudahkannya untuk memuat lebih banyak barang bawaan di dalamnya.

Jaecoo J5 EV juga mengandalkan sejumlah fitur seperti panoramic sunroof, power tailgate, sensor parkir depan-belakang, wireless charging, jok depan berventilasi yang bisa diatur elektrik, sampai AC dual zone. Eksion EV juga punya jok berventilasi dengan pengaturan elektrik, tapi dengan tambahan voice command hingga kisi AC untuk tiap baris jok mobil untuk meningkatkan kenyamanan bagi penumpang. Ini bisa membuatnya lebih nyaman dikendarai dimana saja ketika berkendara di cuaca panas, walau ini bisa saja mempengaruhi daya baterai yang dipakai.
Berbicara soal baterai, J5 EV memakai baterai 60,9 kWh dengan jarak tempuh 400 km sampai 470 km. Kapasitas baterai dan jarak tempuhnya ini masih kalah dari Eksion EV dengan baterai 69,2 kWh yang punya jarak tempuh maksimal 530 km, dan ini cukup untuk menempuh perjalanan jauh tanpa harus bolak-balik mengisi dayanya. Ditambah dengan kemampuan daya angkut lebih maksimal, nampaknya Eksion EV sudah lebih unggul dari rival beratnya tersebut.

Performa vs Jarak Tempuh
Namun soal performa, J5 EV masih bisa unggul dengan tenaga mencapai 155 kW dan torsi 288 Nm, sedangkan Eksion EV hanya bisa menghasilkan tenaga 150 kW dan torsi 250 Nm. J5 EV juga sudah dilengkapi dengan ADAS level 2 dengan fitur seperti adaptive cruise control, blind spot detection, sampai auto emergency braking. Eksion EV hanya dipasangkan eletronic brake force distribution hingga hill hold control, itupun fitur ini dianggap cukup standar untuk mobil SUV.
Untuk harganya, J5 EV dibanderol Rp 309,9 juta, sedangkan Eksion EV Rp 389 juta, dan kalau dilihat perbedaan harganya cukup berbeda satu sama lain dengan selisih sekitar Rp 80,9 juta saja. Namun harga Eksion EV yang terlalu mahal mungkin akan membuatnya kesulitan untuk bersaing melawan SUV dari Jaecoo tersebut. Belum lagi J5 EV sudah mencetak hasil penjualan yang cukup memuaskan dalam beberapa bulan terakhir, membuatnya sebagai SUV yang tidak bisa diremehkan lagi.

Jaecoo J5 EV seakan sudah tidak bisa dikalahkan oleh kompetitornya, itupun BYD Sealion 7 menjadi lawan yang masih bersaing ketat dengan model ini kalau melihat dari performa penjualannya. Karena ini pertama kalinya Wuling menjual SUV listrik di Indonesia, mungkin akan cukup sulit untuk melawan J5 EV, maupun model sekelasnya.
