ManOfWheels.com – Meski dengan persaingan yang cukup ketat, merek mobil mewah dari Toyota ini masih punya mobil anyar lainnya untuk dirilis, dan kali ini berupa model TZ yang dirilis beberapa waktu lalu. Dari desainnya sudah cukup ganteng untuk model seperti ini, meski berupa mobil listrik jarak tempuhnya bisa melampaui 500 km dalam sekali isi daya.
SUV Listrik TZ Mengusung Tampilan Premium
Dengan persaingan yang berjalan semakin ketat, Lexus TZ menjadi jawabannya untuk menghadang banyak rival di pasarnya. Model ini menjadi SUV 7-seater pertamanya yang memakai penggerak listrik, karena model seperti UX dijual sebagai SUV 5-seater. Mengandalkan platform e-TNGA GA-K, yang juga dipakai oleh Highlander, dan menghasilkan mobil listrik yang gagah dan tangguh.

Meski desainnya terlihat cenderung mengotak, sebagai mobil SUV 7-seater jelas Lexus TZ bisa memuat banyak penumpang dan barang bawaan di dalamnya. Konsep ‘Driving Lounge’ di bagian dalam mobil memberi kesan yang sangat mewah dan dipasang sejumlah fitur canggih di dalamnya. Dari panel instrumen digital 12,3 inci, panoramic roof berukuran besar, sistem audio dari Mark Levinson 21 speaker, ambient light, dan touchscreen 14 inci.
Untuk fitur keselamatannya, sudah ada Lexus Safety System+ 4.0 yang dibekali fitur canggih seperti lane keeping assist, adaptive cruise control, auto emergency braking, sampai traffic jam assist. Kapasitas bagasinya mencapai 290 liter, dan bisa tembus 2.017 liter kalau jok belakangnya dilipat rata. Dengan ruang bagasi yang sangat lega ini, pengguna tidak perlu khawatir kalau ingin membawa banyak barang di dalam mobil.

Kapan Dijual?
Lexus TZ memakai dua motor listrik dengan penggerak semua roda Direct4 AWD, dan satu motor listrik saja mampu menghasilkan tenaga 227 ps dan torsi 268,6 Nm. Artinya kalau ditotal, mobil punya tenaga sebesar 408 ps, dan ini cukup untuk berakselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 5,4 detik, bahkan untuk SUV bongsor. Baterai lithium-ion 95,82 kWh yang digendongnya punya jarak tempuh yang bervariasi, dari 483 km menggunakan standar EPA Amerika Serikat sampai 530 km memakai standar WLTP Eropa.

Modelnya baru bisa dijual mulai akhir tahun ini di Amerika Utara, sementara Jepang, China, dan Eropa bakal menyusul setelahnya. Indonesia mungkin masih cukup lama, meski mobil seperti ini cukup menjanjikan untuk dijual disini.
