ManOfWheels.com – Muncul sebuah masalah teknis di mesin baru Yamaha M1 yakni yang V4 saat sedang melakukan tes pramusim di Sepang. Di hari pertama sudah menghadirkan momen tegang, ini setelah insiden Fabio Quartararo pada sesi sore. Paolo Pavesio selaku Managing Director Yamaha Motor Racing bulang soal tim yang langsung mengambil langkah preventif. Mereka khawatir kalau nanti masalah yang sama bisa terjadi pada motor lainnya, bikin seluruh pembalap dihentikan dan tidak turun lintasan pada hari kedua.
Keputusan itu murni untuk kepentingan keselamatan. Pabrikan garpu tala ini tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun, apalagi ini masih tahap pengujian. Setelah melakukan evaluasi menyeluruh, tim menyimpulkan bahwa motor dipastikan kembali dalam kondisi aman. Hari ketiga tes pun berjalan mulus tanpa kendala yang sama. Meski begitu, Pavesio mengingatkan bahwa ini tetap prototipe yang diuji sampai batas maksimal, jadi risiko teknis tentu ada.
Yamaha M1 V4 Sempat Bikin Panik Di Sepang, Tapi Proyek Besar Ini Tak Akan Mundur

Satu hal yang ditegaskan Yamaha: “Tidak ada rencana kembali ke M1 inline-4 lama.” Proyek V4 adalah arah baru yang masih muda, ambisius, proyek besar dan menjadi fondasi strategi jangka panjang mereka. Mundur ke spesifikasi lama itu dianggap tidak strategis dan kemungkinan bakal menghambat perkembangan.
Soal Quartararo, Yamaha melihat insiden saat tes sebagai hal wajar. Fabio dinilai punya kemampuan untuk tetap fokus meski ada faktor eksternal. Karena crash terjadi saat tes dan ia sudah menjalani tiga hari shakedown sebelumnya untuk menentukan komponen penting, keputusan berhenti lebih cepat diambil atas kesepakatan bersama tim.

Rookie Toprak Razgatlioglu juga jadi sorotan. Adaptasi dengan karakter M1 V4 dan ban Michelin tentu tidak mudah. Kini Toprak harus menyesuaikan gaya balapnya dengan karakter intrinsik motor. Yamaha bahkan menyiapkan set-up khusus untuk membantunya menemukan feeling terbaik. Mereka percaya Toprak cukup cerdas dan didukung tim yang solid untuk melewati fase ini.
Musim ini dipandang sebagai bagian dari perjalanan panjang. Yamaha mengakui musim 2024 adalah titik rendah, lalu 2025 mulai bangkit kembali dengan meraih podium dan peningkatan poin konstruktor. Target 2026 bukan lonjakan instan, melainkan progres bertahap sepanjang tahun.

Soal rival, Yamaha realistis. Mereka yang sudah di depan kemungkinan masih tetap kuat. Tapi justru itulah motivasinya. Target yang terus bergerak membuat Yamaha harus rasional di fase awal proyek ini. Keyakinan mereka sederhana: Yamaha M1 V4 punya potensi lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Tinggal bagaimana konsistensi pengembangan mampu mengubah potensi itu menjadi hasil nyata di lintasan.
