ManOfWheels.com – Yangwang menjadi salah satu merek mobil mewah yang dipegang BYD selain Denza, meski mereka lebih dikenal dengan produk sportcar-nya. U9 menjadi salah satu model yang diandalkannya, namun siapa sangka model ini ternyata punya varian yang dibanderol lebih mahal dari varian lainnya, tapi terbukti punya performa super kencang.
U9 Xtreme Menjadi Mobil Listrik Tercepat Sedunia!
Mungkin tidak ada yang menyangka kalau Yangwang U9 menjadi mobil listrik bergaya sport dengan performa tinggi. Tapi ini benar adanya, dan kini modelnya mendapat varian baru yang dinamai sebagai U9 Xtreme. Diperlihatkan di Beijing Auto Show 2026, modelnya langsung menjadi perhatian banyak pengunjung disana. Bagaimana tidak, U9 Xtreme dijual dengan harga yang bisa dikatakan sangat tidak wajar untuk mobil listrik, yaitu lebih dari Rp 50 miliar.

U9 yang satu ini bukanlah mobil listrik sembarangan, karena modelnya didesain sebagai mobil listrik berkecepatan super alias supercar. Model inilah yang dipakai untuk mencatatkan waktu putaran 6 menit 59 detik di Sirkuit Nurburgring Nordschleife, dan menjadikannya sebagai mobil listrik tercepat di seluruh dunia. U9 juga mencatatkan catatan rekor waktu putaran di sirkuit lainnya yang berlokasi di Shanghai, Chengdu Tianfu, Zhuhai, dan Zhuzhou.
U9 Xtreme juga mencetak rekor kecepatan 496,22 km/jam yang diraih di ATP Papenburg, Jerman, dan ini hampir menyentuh angka 500 km/jam. Ini mungkin terdengar sangat mengejutkan, karena biasanya mobil BEV dibatasi kecepatannya demi memberikan jarak tempuh lebih jauh. Namun tidak jarang produsen mengorbankan jarak tempuhnya agar bisa memberikan performa tinggi bagi mobilnya, dan inilah yang dilakukan oleh sub-brand BYD tersebut.

Dengan rekor kecepatan tertinggi ini, Yangwang U9 Xtreme bisa melampaui rekor kecepatan mobil tercepat sebelumnya, yaitu Bugatti Chiron Super Sport 300+ tahun 2019. Dimana model ini dikendarai oleh Andy Wallace untuk mencapai kecepatan 490,48 km/jam, tapi U9 Xtreme nyaris menyentuh angka 500 km/jam. Mereka bisa saja mencetak kecepatan lebih tinggi dari itu, tapi ini saja sudah membuat BYD cukup puas dengan hasil dari supercar listriknya tersebut.
Mencapai kecepatan secepat itu tentu bukan perkara mudah, karena Yangwang harus mendesainnya agar mobil bisa lebih ringan untuk mencapai kecepatan tersebut. Termasuk menambahkan motor listrik ‘super’ yang bisa menghasilkan tenaga sebesar 2.978 hp, jauh lebih tinggi dari motor listrik pada U9 biasa yang hanya mencapai 1.288 hp. Bahkan sebagai mobil listrik sekalipun mereka tidak memberikan batasan pada U9 Xtreme, sehingga kecepatan tertingginya bisa diraih.

Dijual Terbatas
Namun untuk bisa mendapatkan mobil super ini, konsumen harus membayar lebih dari Rp 50 miliar, itupun hanya 30 unit yang diproduksi untuk pasar global. Jadi konsumen di seluruh dunia harus saling berebut unitnya sebelum kehabisan, dan tentu saja ada yang akan membelinya meski dibanderol semahal itu. Bisa jadi semua unitnya sudah habis terjual setelah ditampilkan di Beijing Auto Show 2026, entah diborong oleh konsumen di China atau dari negara lainnya.
Kalau sudah begini, Yangwang U9 Xtreme menjadi mobil listrik termahal sedunia dengan harganya yang selangit itu. Tapi harga ini sudah bisa membawa pulang mobil super dengan tenaga terbuas yang belum pernah dilihat pada model BEV sebelumnya, terlebih mobil inilah yang dipakai untuk mencetak rekor kecepatan tertinggi. Apalagi dengan rekor tersebut, U9 Xtreme bisa mengungguli kecepatan tertinggi Chiron Super Sport 300+, yang menjadi salah satu supercar ternama di seluruh dunia.

U9 model standar sendiri masih belum dijual di Indonesia meski mereka sudah berencana untuk membawanya ke sini. Sementara itu, BYD sudah mendaftarkan Yangwang untuk segera memulai debutnya disini, tapi belum jelas model apa yang akan dibawanya nanti. Memang U9 sudah ditampilkan sebelumnya, tapi lini produk Yangwang lebih luas lagi, dan mereka juga menjual mobil SUV mewah.
Tapi U9 bisa menjadi produk pertamanya disini, mengingat peminat sportcar masih cukup banyak. Namun untuk U9 Xtreme mungkin akan sangat sulit dilakukan mengingat unitnya yang sangat terbatas. Kalaupun ada, mungkin modelnya disediakan dalam satu unit saja untuk Indonesia dan dijual melalui importir umum kalau Yangwang belum juga hadir.
