ManOfWheels.com – Kembali meraih kemenangan dalam balapan hari Minggu di Spielberg, Pecco Bagnaia berbagi pandangannya tentang pencapaian tersebut di media DAZN dengan Carlos Checa. Kemenangan ini jelas sangat berarti bagi pembalap Ducati itu, apalagi karena para pesaingnya yang makin menunjukkan performa yang mengesankan. Bagnaia tampil cemerlang di GP Austria, mengalahkan KTM di kandangnya dan menjelaskan bagaimana Ia mengontrol balapannya serta merasa puas bisa menang lagi, menjaga posisinya sebagai juara dunia MotoGP.
Bagnaia membahas soal penampilannya di Spielberg, “Ini luar biasa, saya tak perlu menjelaskan lebih jauh. Tim saya bekerja dengan sangat baik selama akhir pekan. Kami berhasil menang lagi, dan saya sangat menikmatinya karena ini tidak mudah, terutama Jorge Martin yang sangat cepat. Saya terus berusaha meningkatkan kecepatan di setiap lap, semakin cepat. Dan saya berhasil menciptakan jarak yang membantu saya di lap-lap terakhir, meskipun ban belakang sudah hampir habis, itu benar-benar menantang.”
Strategi Menyerang Pecco Bagnaia untuk Raih Posisi Terdepan di Spielberg

Kemudian Carlos Checa bertanya apakah strateginya adalah menyerang sehingga berada di posisi terdepan. “Yes, itu memang strateginya. Di Spielberg, kami selalu mengalami masalah terhadap tekanan dan suhu ban depan. Di hari Sabtu, suhu sangat tinggi yang mencapai 114 derajat, sangat ekstrem untuk ban depan,” jelas Bagnaia di Austria.
Pembalap kelahiran Torino, Italia itu juga menambahkan, “Di hari Minggu, mungkin suhunya sedikit lebih rendah, tetapi saat kita berada di belakang pembalap lain, suhu ban bisa naik terlalu tinggi. Jadi sangat penting untuk berada di depan. Saya tahu kalau saya punya kecepatan untuk menang dan saya berusaha keras untuk tetap berada di posisi terdepan.”
Pecco Bagnaia mengatakan soal GP Aragon yang akan datang, “Seperti yang kita lihat, di Silverstone saya tidak mendapatkan ban yang pas dan cuma bisa finish ke-3, sementara pembalap lain lebih cepat. Kami harus selalu menyelesaikan balapan dan memberikan yang terbaik. Mentalitas ini harus selalu ada. Kita lihat saja di Aragon nanti, sirkuit di mana saya menang (2021) dan finish kedua (2022). Namun, bagi Martin, ini adalah salah satu sirkuit favoritnya dan balapan di kandangnya. Marc juga sangat cepat, begitu pula Enea. Ini akan menjadi pertarungan sengit di antara kami.”
