ManOfWheels.com – Denza kini menjadi merek mobil terbaru di Indonesia dan siap menjual model D9 sebagai mobil pertamanya disini. Kehadirannya memang sudah dinanti oleh banyak orang, mengingat modelnya telah diperlihatkan oleh BYD dalam beberapa kesempatan. Meski Denza D9 digadang-gadang sebagai lawan baru bagi Toyota Alphard HEV, keduanya merupakan jenis mobil yang berbeda. Tapi itu tidak membuat keduanya tetap bersaing ketat di pasarnya, terlebih banderol D9 yang lebih terjangkau dari Alphard.
Denza D9 Bukan Lawan Sepadan Bagi Toyota Alphard HEV?
Melihat dari desainnya, Denza D9 memiliki desain yang bisa dikatakan cukup identik dengan MPV premium yang dijual di pasar global, dengan bodi mobil yang begitu bongsor tapi dapat memberikan kapasitas ruang kabin yang lega. Desain grille D9 dan Alphard memang cukup berbeda, dimana D9 memakai lebih sedikit aksen krom. Mungkin ini akan membuat orang tidak menduga kalau model ini sebenarnya merupakan mobil listrik.
Tidak hanya berbeda dari tampilan luarnya, tetapi juga tenaga penggeraknya, dimana D9 dan Alphard merupakan dua mobil ramah lingkungan yang berbeda. D9 menjadi mobil MPV bertenaga listrik yang dapat menghasilkan tenaga 230 kW dan torsi 360 Nm, dengan jarak tempuh 600 km dalam keadaan baterai terisi penuh. Sedangkan Alphard sebagai MPV hybrid dapat menghasilkan tenaga dan torsi sebesar 334 kW dan 509 Nm.

MPV Premium Ramah Lingkungan
Denza telah memberikan fitur perintah suara untuk D9, serta AC tiga zona, wireless charger, panel instrumen 10,25 inci, 14 audio dari Dynaudio, kulkas sebagai pendingin dan pemanas, sampai panoramic roof. Untuk Alphard HEV diberikan fitur layar monitor 14 inci untuk bangku baris kedua, wireless charger, layar MID 12,3 inci, dual AC dengan Nanoe X, sampai jok yang diatur secara elektrik.
Untuk fitur keselamatan, keduanya memiliki fitur cukup lengkap, hanya saja D9 memiliki sembilan buah airbag, sedangkan Alphard hanya memiliki tujuh buah saja. Harganya juga cukup jauh berbeda, dimana D9 dibanderol Rp 950 juta, dan Alphard HEV sudah tembus Rp 1,733 miliar.
