ManOfWheels.com – Pasar mobil listrik terus diisi oleh banyak model baru dari berbagai produsen di Indonesia. Memang kondisi pasar sepanjang tahun lalu tidak begitu bagus, tapi itu tidak mengurungkan niat produsen otomotif untuk terus menghadirkan produk ramah lingkungannya ini. Kalau keadaan pasarnya di tahun ini bisa kondusif, maka pangsa pasar mobil listrik diprediksi bisa mencapai delapan persen. Itu tergantung dari dampak tidak langsung dari penyebab penurunan pasar lainnya, seperti kenaikan PPn 12 persen.
Mobil Listrik Diprediksi Memegang Pangsa Pasar Delapan Persen
Mobil ramah lingkungan yang disediakan di Indonesia sudah cukup bervariasi, dengan mobil hybrid yang paling banyak dijual. Meski demikian, mobil listrik juga banyak dicari karena pilihannya terus bertambah tiap tahunnya. Bahkan ini juga membuat sejumlah produsen berdatangan ke Indonesia untuk menjual model jenis ini, dari BYD sampai GAC Aion.
Meski dengan banyaknya model yang ditawarkan, jika dibandingkan dengan mobil hybrid, hasil penjualannya masih tidak seberapa. Walau itu bukan menjadi masalah, asalkan produsen dapat menawarkan berbagai macam model yang ada di pasarnya. Jika kondisi pasarnya bisa cukup kondusif, ditambah dengan penerapan insentif khusus mobil listrik, pangsa pasarnya bisa meningkat.

Banyak Dicari
Aion menyebut pangsa pasar mobil listrik di Indonesia untuk tahun ini setidaknya bisa mencapai 8 persen. Mungkin itu angka yang terlalu besar, sebab pangsa di tahun lalu hanya mencapai lima persen. Tapi itu masih bisa dikejar, itupun jika kondisi pasarnya memang cukup kondusif untuk memungkinkan produsen berjualan mobil seperti biasa.
Bahkan dengan adanya insentif, kondisi pasar mobil listrik masih mengalami penurunan di tahun lalu. Walau setidaknya semua ini bisa dijegal dengan banyaknya model anyar yang dihadirkan.
