ManOfWheels.com – Honda mengumumkan penarikan terhadap CR-V Hybrid di Amerika Serikat setelah ditemukan potensi masalah pada baterainya. Akibat cacat produksi, menyebabkan baterai berpotensi mengalami kerusakan dan mobil tidak bisa dijalankan. Meski Honda menarik CR-V Hybrid disana, mereka memastikan recall ini takkan menyebar ke negara lainnya. Termasuk Indonesia, dimana mereka juga menjual modelnya disini.
Honda Pastikan Recall CR-V Hybrid Takkan Menyebar Luas
CR-V telah menjadi andalan Honda di segmen medium SUV dengan model yang memiliki sejumlah kelengkapan pada fitur hingga performa mesinnya. Dengan model generasi terbarunya yang dirilis dua tahun lalu, model ini menawarkan varian hybrid atau e:HEV yang menjadi unggulannya di pasarnya. CR-V masih tetap laris terjual di Indonesia meski modelnya sudah tidak lagi dirakit lokal dan dibanderol nyaris mencapai Rp 1 miliar.
Sementara itu, Honda mengumumkan recall terhadap CR-V hybrid di Amerika Serikat setelah mendapat pemberitahuan dari NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration). Disebutkan potensi masalahnya muncul dari baterainya yang dianggap cacat produksi karena memiliki lapisan tembaga yang tidak mencukupi. Jika dibiarkan, maka lapisan tersebut dapat membuka celah pada aluminium, sehingga dapat menyebabkan kerusakan sel baterai.

Segera Ditangani
Jika masih belum ditangani, maka mobil tidak dapat dijalankan, atau bahkan berpotensi menimbulkan kebakaran. Honda akan memberikan pemberitahuan kepada pemilik CR-V hybrid di AS untuk memperbaiki mobilnya mulai tanggal 27 November mendatang. Sejauh ini mereka tidak menyebut recall tersebut bakal menyebar hingga ke negara lainnya, termasuk Indonesia.
Mereka menyebut CR-V yang dijual di AS berbeda dengan model rakitan Thailand, sehingga untuk sekarang modelnya masih aman dari recall tersebut. Walau Honda tetap akan memantau situasinya, mengingat Panasonic yang menjadi pemasok baterai mobil hibridanya tersebut.
