ManOfWheels.com – Kembalinya Geely di Indonesia menandai babak baru dalam menghadirkan produknya disini setelah absen selama beberapa puluh tahun. EX5 menjadi model pertamanya yang diunggulkan di segmennya, dan model ini sudah disambut baik sejak diperlihatkan ke publik beberapa waktu lalu. Namun Geely tak ingin menjadi produsen yang hanya menjual mobil listrik saja. Mereka ingin menghadirkan model jenis lainnya seperti PHEV bahkan mobil bermesin bensin.
Geely Tak Ingin Dikenal Sebagai Produsen Mobil Listrik Saja
EX5 menjadi mobil yang cukup menjanjikan mengingat modelnya tampil dengan desain modern serta dilengkapi dengan penggerak listrik murni. Menariknya model ini didesain oleg Geely untuk membendung dominasi rival terkuat dari negara yang sama, yang tidak lain adalah BYD Atto 3. Mereka sudah sangat yakin untuk berhadapan kembali dengan rivalnya tersebut di Indonesia.
Dengan dirilisnya EX5, banyak yang menduga kalau Geely bakal menjadi merek mobil listrik seperti produsen lainnya yang sudah hadir lebih dulu di Tanah Air. Namun mereka membantah kalau mereka hanya akan menjual model BEV saja, sebab mereka juga mengincar pasar mobil plug-in hybrid (PHEV). Bahkan merek asal Negeri Tirai Bambu tersebut juga akan menjual mobil konvensional alias bensin (ICE/internal combustion engine).

Tambah Mobil SUV?
Walau pasar mobil listrik sudah berkembang pesat, mereka ingin mengisi pasar mobil PHEV yang lumayan sepi oleh model anyar yang dirilis. Soal mobil jenis ini, mereka sudah memiliki sejumlah modelnya, termasuk ‘saudara’ dari Galaxy E5 (EX5 di pasar ekspor) bernama Galaxy L7. Sebagian besar modelnya diisi oleh mobil SUV, dan ini mungkin akan menjadi fokusnya untuk sekarang. Memang Geely punya mobil MPV Jiaji, tapi modelnya sudah dijual duluan di Indonesia oleh Livan Automobile dengan nama Aletra L8.
Sepertinya Geely memiliki rencana panjang dalam memperluas lini produknya di Indonesia. Tentunya mereka akan menghadirkan sejumlah mobil ramah lingkungan serta model bermesin konvensional.
