ManOfWheels.com – Hasil penjualan mobil sepanjang tahun lalu memang tidak begitu bagus, walau dengan penurunan yang cukup sedikit, perbedaannya dengan hasil di tahun 2023 masih cukup jelas. Memang ini menjadi sesuatu untuk dievaluasi di tahun ini, agar penjualannya bisa dipulihkan. Namun awal tahun 2025 tidak dimulai begitu bagus, dengan penjualan mobil menurun 18,6 persen. Meskipun dengan hasil tersebut, BYD sudah masuk ke 10 besar setelah sempat tersingkir sebelumnya.
Penjualan Mobil di Indonesia Turun 18,6 Persen Bulan Lalu
Memang dengan hasil ini, untuk memulihkan hasil penjualan akibat kondisi pasar pada tahun lalu mungkin akan lebih sulit. Apalagi ditambah dengan adanya kenaikan PPn 12 persen, maka makin banyak konsumen yang menunda membeli mobil, sehingga permintan di pasarnya menurun karena harga mobil kini semakin mahal. Bahkan kalaupun produsen menawarkan diskon untuk sejumlah mobil yang dijualnya.
Di tengah kondisi tersebut, Toyota masih menjadi merek mobil terlaris dengan 22.082 unit yang terjual secara wholesales. Daihatsu, Honda dan Mitsubishi mencatatkan penjulan lebih dari 5 ribu unit, masing-masing sebanyak 9.983 unit, 7.276 unit dan 5.028 unit. Sementara Suzuki dan Hyundai hanya menjual kurang dari itu, yaitu 4.982 unit dan 2.308 unit.

Hanya Andalkan Empat Model
Yang menjadi sorotan yaitu BYD, meski mereka hanya menjual 1.114 unit mobil saja, tapi itu sudah menjadi hasil cukup bagus dan membawanya masuk ke daftar 10 besar. Padahal mereka hanya berjualan mobil listrik saja, itupun baru ada empat model yang dijual. Namun performa penjualannya sudah cukup bagus dari yang diperkirakan, dan ini memang mengejutkan mengingat BYD baru hadir setahun disini.
Tetap saja, BYD harus mewaspadai persaingan dari kompetitor di pasar mobil listrik di Indonesia. Terlebih makin banyak merek baru yang juga menjual mobil jenis ini.
