ManOfWheels.com – Pembalap yang membela tim Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia mengawali musim MotoGP 2025 ini dengan finish di posisi ke-3 pada Sprint maupun balapan utama di Thailand. Menurutnya ini adalah hasil yang kurang memuaskan, karena dengan itu dia jadi tertinggal sebanyak 14 poin dari Marc Marquez yang kini adalah rekan setimnya sendiri.
Seri selanjutnya diadakan di Argentina dan Amerika, Pecco harus menemukan kembali ritme balap terbaiknya buat mengejar para rivalnya tersebut. Namun sepertinya Sirkuit Termas de Rio Hondo bakal menjadi tantangan untuk pembalap bernomor #63 itu. Sebab di lintasan tersebut, Marc pernah menang balapan 3 kali disana, lalu adiknya Alex Marquez juga punya performa kuat di Argentina musim kemarin.
Awal Sulit bagi Pecco Bagnaia di MotoGP 2025, Optimisme di Qatar dan Jerez

Lalu selanjutnya setelah Argentina itu akan digelar di Circuit of the Americas (COTA), dan itu juga salah satu sirkuit terbaik Marc. Gimana tidak, total dengan 6 kemenangan beturut-turut dari 2013-2018, plus di tahun 2021, dominasi Marquez pada kedua sirkuit tersebut kemungkinan besar tidak bisa terhindarkan. Maka dari itu Pecco sadar akan hal itu dan dia mencoba untuk realistis.
Namun tentu dalam balapan itu sering terjadi hal-hal yang diluar dugaan. Seperti selama 2 tahun terakhir, untuk kondisi lintasan di Argentina punya grip yang belum diuji. Tapi menurut Pecco, dia bakal fokus ke memperoleh poin yang juga memperkecil selisih poinnya dengan Marquez di 2 balapan mendatang.
Setelah itu saat di Qatar dan Jerez dia bakal memaksimalkan semua potensinya di kedua sirkuit tersebut yang menurutnya lebih cocok terhadap gaya balapnya. Harapan besar Davide Tardozzi kepada Pecco Bagnaia buat hasil yang lebih baik di seri berikutnya. Ia mengatakan kalau Bagnaia masih sangat berpeluang untuk kembali bersaing merebut gelar juara dengan konsisteni podium. Pecco masih punya banyak kesempatan untuk comeback, dengan catatan strateginya harus matang…
