ManOfWheels.com – Jorge Martin, sang juara dunia MotoGP 2024 yang baru saja dinobatkan menceritakan perjalanannya menuju gelar juara serta sejumlah strategi untuk menaklukan Pecco Bagnaia, yang ia sebut sebagai salah satu pembalap terbaik sepanjang sejarah.
Martin mengungkapkan kalau kepercayaan dirinya sekarang udah jauh lebih kuat. Ia mengakui bahwa dulu sering diliputi keraguan dan memiliki pola pikir negatif, terutama pas masih di Red Bull Rookies Cup. Seiring waktu, ia berhasil membuktikan pada dirinya sendiri bahwa ia mampu meraih tujuan besar. Pada tahun 2024 ini, kepercayaan pada diri sendiri menjadi fondasi utamanya sebelum meraih gelar juara dunia, berbeda dengan sebelumnya saat masih merasa perlu mencapai sesuatu terlebih dahulu untuk percaya pada kemampuannya.
Jadi Gini Strategi Jorge Martin Buat Taklukan Pecco Bagnaia untuk Juara Dunia MotoGP 2024!

Di musim ini Martin tampil lebih santai dan tidak terlalu sat set, bahkan bisa mempertahankan ketenangan saat situasi sulit, yang jarang ia alami. Sikap ini tak hanya menguntungkan dirinya, tetapi juga membantu tim karena ia bisa lebih jelas menyampaikan kebutuhan terkait motor yang dipakainya.
Ketika ditanya apa kesuksesannya sebagai juara dunia bisa membuatnya selevel dengan Marc Marquez dan Bagnaia? Martin menjawab dengan rendah hati kalau Ia merasa masih muda di usianya yang baru 26 tahun dan berharap ini adalah awal dari perjalanan panjang. Lebih dari sebuah gelar juara dunia, ia pengen dikenang atas prestasi yang dicapainya.
Martin juga mengakui kehebatan Bagnaia, yang menurutnya tidak hanya terlihat dari statistik, tetapi juga keberhasilannya mengalahkan Casey Stoner, salah satu dari lima pembalap terbaik sepanjang masa. Tahun ini, Martin berhasil mengalahkan Bagnaia dengan motor yang sama, meski ia belum yakin apakah sudah setara dengannya.
Sepanjang musim ini, Martin menghadapi berbagai tantangan besar. Selain bersaing dengan Bagnaia untuk gelar juara dunia, ia pun bersaing dengan Marc Marquez untuk memperebutkan ‘kursi’ di tim resmi Ducati. Tapi pada akhirnya, Ducati memilih Marquez untuk posisi tersebut.
